Lari
“Kau tahu sebagai laki-laki harus mempunyai jiwa tanggung jawab. Ini menyangkut martabat dan harga diri seorang laki-laki. Kau tahu akibatnya jika laki-laki tak memiliki rasa tanggung jawab? Lihatlah pria-pria koruptor bertebaran di negeri ini.” Jelas saya berapi-api kepada teman-teman kelas di kampusku tentang semangat pemuda.
“Kurasa kau sedang semangat sekali, Yan”
“Saya hanya berbicara naluriah. Kita memiliki perasaan, hati sekaligus empati, maka setiap manusia memiliki gairah untuk bertanggung jawab dan berkarakter layaknya manusia sejati.”
#
“Tolong pelanin motornya.” Kata Adi yang membonceng motorku kepada saya.
“Aku terburu-buru.”
Tiba-tiba duer…. Motor saya menyenggol mobil kijang merah tp tak membuat motor saya kehilangan keseimbangan. Saya melihat sekilas mobil yang kutabrak tampak penyok dan sopir menepikan mobilnya sambil melambaikan tangan ke arah saya. Segala biaya perbaikan mobil dan omelan pemilik mobil terlintas di benak saya, membuat saya memilih opsi tancap gas.
Adi yang masih nancap di jok motor belakang saya menyindir, “Selamat! kamu sudah sempurna menjadi manusia sejati.”
Saya hanya tersenyum kecut.





