BENTENG PORTUGIS : Antara Sejarah dan Potensi

benteng-portugis-sideAbad ke-16 M, Jepara ketika itu merupakan kota pelabuhan yang strategis untuk lalu lintas perdagangan tidak saja untuk kepentingan domestik nusantara melainkan juga perdagangan internasional. Bisa dikatakan Jepara menjadi salah satu kota penting pada zaman kerajaan Mataram Islam kala itu sehingga pada saat VOC yang merupakan perpanjangan tangan dari Belanda menduduki Sunda Kelapa (diubah nama menjadi Batavia oleh Belanda dan saat ini bernama Jakarta), Penguasa Mataram saat itu, Sultan Agung, melihat adanya suatu ancaman serius bagi kelangsungan kedaulatannya dan berpikir harus menyelamatkan wilayah-wilayah strategisnya yang salah satunya adalah perairan Jawa tepatnya sebelah utara wilayah Jepara. Pemikiran bahwa perairan Jawa sekitar Jepara harus dijamin keselamatannya dan berusaha menghindarkannya dari penyerangan VOC, membawa situasi pada kerajaan Mataram untuk menggandeng Portugis yang lebih dulu berada di Indonesia dengan menempatkan tentara Portugis dan membangun Benteng di wilayah bukit yang menghadap langsung pulau Mandalika, sebuah tempat yang saat ini masih dikenang dengan nama Benteng portugis meskipun kerjasama ini tidak berlanjut karena posisi Portugis yang makin terdesak oleh VOC.

mandalika-island-over-benteng-portugis-hill
Hampir empat abad berselang masihkita jumpai jejak-jejak sejarah di lokasi benteng yang telah lama dijadikan lokasi pariwisata itu. Memang tidak banyak sisa-sisa bangunan yang menunjukkan adanya proses sejarah perlawanan bangsa portugis dan kerajaan Mataram terhadap VOC, hanya beberapa bangunan tembok berlubang yang digunakan untuk memasukkan moncong meriam dan bekas pondasi di puncak bukit. Itupun mulai lapuk dimakan usia dan lebih banyak tenggelam oleh bangunan dan jalan baru yang dibangun oleh pengembang. Tapi setidaknya masih ada spirit dan keyakinan bahwa di situ pernah dibangun suatu bangunan Benteng yang digunakan untuk melawan penjajah Belanda meskipun hal itu juga dilakukan bersama penjajah lainnya yang lebih dulu menduduki beberapa wilayah di nusantara yaitu Portugis.

the-sunlight-of-benteng-portugis-beachDari sisi pariwisata, wilayah yang berjarak kira-kira 45 km sebelah timur laut Kota Jepara dan kira-kira berjarak yang sama dari Kota Pati ini sebenarnya menyimpan banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi daerah pariwisata yang lebih bernilai ekonomi baik bagi masyarakat setempat maupun bagi pemerintah daerah. Terlepas dari kenyataan sejarah sebagai bekas benteng, lokasi ini secara alami sudah mengabarkan kecantikannya dengan adanya bukit yang masih bervegetasi pepohonan tua yang menghadap ke laut Jawa dengan latar bukit-bukit lain di sekitarnya. Adanya pulau kecil yang bernama Mandalika menambah nilai eksotis dimana pengunjung bias menyempatkan menyeberang ke pulau tersebut dengan menyewa perahu motor yang cukup banyak dijajakan di sana. Di pulau tersebut pengunjung bias lebih dimanjakan dengan pemandangan pulau yang masih alami dengan pepohonan yang lebat lengkap beserta fauna yang belum banyak terjamah oleh manusia, sebuah pulau sepi yang menawarkan ketenangannya.

Comments
3 Responses to “BENTENG PORTUGIS : Antara Sejarah dan Potensi”
  1. Ivan berkata:

    Wah kapan-kapan ngunjungi aah..

  2. Kris berkata:

    Mas, tulisannya bagus tetapi sayang sumber sejarah tulisan tersebut dari buku apa. ini penting sekali untuk metode penulisan sejarah. Banyak sekali data tentang Benteng Portugis semuanya tidak ada sumber buku atau sumber arkeologi yang mendukung. Andaikata ada sumber buku yang tuklisan tersebut bisa dipercaya tetapi kalau sumber tidak disebutkan pendapat tersebut mudah dipatahkan, terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: