Pro dan Kontra Pembangkit Nuklir

nuclear PowerTerkait dengan polemik global warming sekaligus cara-cara prevensi atau setidaknya mitigasi, kebangkitan kembali energi nuklir tampaknya mewujud di dalam benak banyak orang atau setidaknya dalam pikiran politisi-politisi dan pihak yang berkepentingan tak terkecuali politisi Indonesia. Menarik menyimak dalam banyak saran bahwa untuk mengurangi global warming, fokus perhatian hanyalah pada keuntungan dan sisi positif pembangkit listrik nuklir, tetapi kerugian dan sisi negatif dari nuklir jarang mendapat tempat yang berimbang dan proporsional

Dalam hal ini, sudah diduga jika BATAN maupun Menristek tak sekali-kali pun menyebut radiasi nuklir yang invisible, potensi kecelakaan yang menghantu, serta sampah radioaktif yang destruktif apalagi menyebut leukimia, kanker, mutasi gen yang membiak, dan sejumlah efek lainnya bagi kesehatan manusia.

Tetapi berikut ini saya sajikan beberapa alasan bagi yang pro dan kontra terhadap nuklir dari beberapa sumber :

Advantages of nuclear power generation:

  • Pembangkit listrik nuklir mengemisikan sejumlah karbon dioksida (CO2) relatif rendah, kimia gas yang sering kali ditunjuk sebagai penyebab utama efek rumah kaca berikut global warming dan ketidakseimbangan alam. Oleh sebab itu, kontribusi pembangkit nuklir terhadap global warming sangat kecil secara relatif.
  • Teknologi nuklir sudah ada dan teknologi ini tidak harus dikembangkan terlebih dahulu.
  • Nuklir mampu membangkitkan energi listrik dengan kapasitas cukup besar dengan hanya satu unit pembangkit.

Disadvantages of nuclear power generation:

  • Masalah sampah radioaktif masih merupakan masalah yang tak terpecahkan. Sampah energi nuklir sangat berbahaya dan membutuhkan ekstra kehati-hatian dan pengamanan selama beberapa ribu tahun sampai sampah tersebut stabil (10’000 tahun jika menurut standar United States Environmental Protection Agency). Dengan kata lain, generasi saat ini harus menitipkan dan mewariskan sampah radioaktif yang dihasilkan kepada ratusan genereasi mendatang. Selama itu pula pengelola sampah radioaktif harus menjauhkan dari kemungkinan kebocoran radioaktif yang bisa jadi disebabkan karena korosi wadah/shield sampah, gempa bumi, longsor, banjir, gunung meletus dan natural force lainnya serta kemungkinan lainnya seperti serangan teroris maupun tindakan kriminal yang bisa dilakukan manusia. Inilah salah satu harga termahal yang harus dibayar dari adanya nuklir. Semakin banyak pembangkit nuklir berarti semakin luas lokasi yang perlu disediakan untuk penyimpanan sampah radioaktif ini. Pada akhirnya makhluk hidup di bumi ini harus berbagi tempat dengan sampah ini selama ribuan tahun.
  • Resiko tinggi : walaupun standar keamanan tinggi diterapkan, kecelakaan masih bisa terjadi. Secara teknis tidak mungkin membangun suatu pabrik atau pembangkit listrik dengan 100% aman. Probabilitas kegagalan meskipun kecil akan selalu ada (lihat sejarah kecelakaan yang terjadi di dalam nuclear power plant. Walaupun sudah mengklaim sangat aman tetapi kecelakaan tetap terjadi). Konsekuensi sebuah kecelakaan akan secara mutlak menghancurkan semua yang berada di sekitanya baik manusia maupun alam. Semakin banyak pembangkit listrik nuklir (dan shelter penampung sampah nuklir) dibangun maka semakin tinggi probabilitas kegagalan yang mencelakakan di bumi ini.
  • Pembangkit listrik nuklir demikian juga tempat penyimpanan bisa menjadi target favorit bagi teroris dalam penyerangannya. Cara yang sangat efektif bagi teroris untuk membunuh lebih banyak manusia. Tidak ada pembangkit energi atom di dunia yang bisa melawan serangan seperti 9/11 di New York. Aksi teroris yang demikian jika ditujukan kepada instalasi energi atom dan perlengkapannya akan menimbulkan efek bencana massif bagi dunia keseluruhan. Dalam sejarah bencana massif yang pernah terjadi, anda punya referensi bencana nuklir seperti yang terjadi di Hiroshima, Nagasaki ataupun Chernobyl.
  • Selama operasi pembangkitan nuklir, sampah radioaktif akan dihasilkan dimana material ini menyimpan potensi bisa digunakan untuk produksi senjata nuklir. Dalam kaitan keduanya, teknologi yang digunakan untuk mendesain pembangkit listrik nuklir pada dasarnya hanya butuh sedikit pengembangan agar bisa digunakan untuk membangun instalasi senjata nuklir (nuclear proliferation) yang merupakan bagian yang paling mengerikan dari nuklir karena memang diniatkan sejak semula untuk membunuh peradaban dan manusianya. Satu saat suatu negara bisa mendapat izin membangun instalasi nuklir untuk apa yang sering disebut dengan tujuan damai karena negara tersebut kooperatif secara internasional tetapi satu saat lain bisa jadi muncul seorang diktator yang tanpa sungkan melanggar konvensi dan mengembangkan senjata nuklir. Dalam hal Indonesia, jika membangun pembangkit listrik nuklir, maka tinggal menunggu satu diktator saja di negeri kita ini agar bisa membangun fasilitas senjata nuklir sementara sumber daya manusia hanya butuh waktu saja.
  • Sumber energi untuk nuklir adalah uranium dimana material radioaktif ini merupakan sumber daya alam tak terbarukan yang langka dan suplai material ini diperkirakan akan habis untuk jangka 30-60 tahun kemudian tergantung pertumbuhan permintaan.
  • Waktu yang dibutuhkan untuk formalitas, perencanaan, dan pembangunan pembangkit listrik nuklir baru kira-kira pada kisaran 20-30 tahun di negara-negara demokrasi Barat. Dengan kata lain, sulit mewujudkan pembangunan pembangkit listrik nuklir baru dalam waktu singkat. Hal ini juga terkait dengan biaya yang harus ditanggung selama masa persiapan yang lama ini. Indonesia sudah melakukan persiapan untuk nuklir sejak 1974 dan selama itu pula sudah terlalu banyak biaya yang harus dikeluarkan termasuk biaya besar yang harus dikeluarkan untuk melobi sana sini, melobi masyarakat, dan elemen lainnya. Sekali lagi harga yang terlalu mahal untuk sebuah kepentingan listrik.

Conclusion

Dari pro dan kontra pembangkit nuklir yang disebutkan di atas, hal ini seharusnya menjadi pegangan bahwa energi nuklir tidak bisa dijadikan solusi untuk masalah apapun. Bahkan yang lebih buruk : Nuklir menjadi sumber dari banyak masalah lebih lanjut.

Satu pesan dari www.timeforchange.org. Kita tidak bisa menutup mata kita atas konsekuensi-konsekuensi dari semua keadaan di bumi. Di samping alasan moral, etika dan alasan spiritual, setidaknya demi keinginan suci untuk bertahan hidup, kita seharusnya bekerja keras untuk hidup yang berkelanjutan (sustainable living) dan menyadarinya di dalam kehidupan pribadi kita.

References :

www.timeforchange.org

www.greenpeace.org

Comments
One Response to “Pro dan Kontra Pembangkit Nuklir”
  1. wahyu am berkata:

    pertAMAaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

    nuklir 😦

    bahaya 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: